The Reds Sangatlah Perlu Becker Sesudah Alami Mimpi Jelek Bersama-Sama Loris Karius

The Reds Sangatlah Perlu Becker Sesudah Alami Mimpi Jelek Bersama-Sama Loris KariusĀ  – Tukasnya urutan penjaga gawang senantiasa jadi titik lemah Team Samba dari generasi ke generasi. Pengecualian mungkin saja berlangsung di tahun ini, dengan Alisson Becker serta Ederson Moraes.

Spekulasi jika Brasil yg jarang miliki penjaga gawang bagus udah jadi penuturan yg umum tahun ke tahun. Orang Brasil terlahir buat mainkan bola dengan kaki, bukan memanfaatkan tangan. Demikian kurang lebih keadaannya.

Brasil sudah pasti sempat miliki banyak penjaga gawang top, tetapi level mereka tdk sebagus beberapa outfield player yg dipunya pada jaman yg sama.

Claudio Taffarel menunjang Brasil jadi juara dunia tahun 1994. Tetapi satu tahun sebelum kejuaraan di mulai dia geser dari Parma ke team kecil Reggiana.

Di tahun 2000-an ada Dida yg mengantar AC Milan jadi juara Liga Champions. Tetapi dia dipandang sebagai titik lemah Rossoneri di muka periode itu. Dida bukan kiper utama Brasil kala memenangi Piala Dunia 2002. Gawang Team Samba dikawal Marcos (Palmeiras) saat itu.

Hingga awal 2017 Brasil masih tetap ada masalah mencari penjaga gawang utama buat tampil di Piala Dunia 2018. Alisson masih tetap jadi pelapis di AS Roma, sesaat Ederson Moraes di Benfica betul-betul belum pula miliki jam terbang banyak di level internasional. Di persaingan lokal Brasil pilihannya saat itu juga tidak banyak. Weverton (Atletico Paranaense), Alex Muralha (Flamengo) serta Marcelo Grohe (Gremio) dinilai kurang oke oleh Claudio Taffarel, pelatih penjaga gawang scuad Brasil.

Tetapi dalam 1 tahun kondisinya beralih mencolok. Becker tampil khusus bersama-sama AS Roma, yg membuatnya jadi target Real Madrid, Liverpool, serta sejumlah club kaya lainnya. Sesaat Moraes berubah menjadi penjaga gawang termahal sesudah Manchester City menebusnya dari Benfica. Moraes justru langsung menghadirkan gelar Premier League. Kedua-duanya mendadak jadi calon utama penjaga gawang Brasil buat Piala Dunia 2018.

Perebutan yg pada akhirnya dimenangi Becker.

Dalam tempo dekat Becker juga jadi pemenang perebutan yang lain dengan Moraes, yaitu jadi penjaga gawang termahal didunia. Media-media Inggris serta Italia udah banyak memberitakan dia akan masuk ke Liverpool dengan ongkos transfer 66 juta poundsterling. Kala dibeli City dari Benfica, Moraes di bandrol 53 juta euro.

The Reds sangatlah perlu Becker sesudah alami mimpi jelek bersama-sama Loris Karius di final Liga Champions. Tetapi kepentingan pada Becker lebih jauh dari itu. Becker ialah penjaga gawang dengan jumlahnya penyelamatan sangat banyak ke-3 di lima persaingan paling atas Eropa musim kemarin. Hanya David de Gea serta Jan Oblak yg miliki angka tambah tinggi.

Becker juga miliki ciri jadi penjaga gawang moderen. Dia tidak hanya ahli memanfaatkan tangan, tetapi juga hebat mainkan kaki. Dia ialah ball playing goalkeeper.

Kesimpulannya : Liverpool sangatlah perlu semua kapabilitas Becker.

” Dia bikin penyelamatan susah kelihatan gampang, ” sanjung Gianluigi Buffon.

Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, dibikin terpana oleh Becker di awal-awal kehadiran dia ke Stadion Olimpico. Hal utama yg disoroti Di Francesco ialah ketenangan Becker dibawah mistar gawang.

” Pele-nya kiper, ” sanjung Taffarel.

Bila transfer itu jadi terwujud, karena itu Brasil akan miliki dua penjaga gawang termahal dunia di satu waktu. Kedua-duanya akan beradu di persaingan (yg tukasnya) terpilih didunia.

Hari esok penjaga gawang Brasil, buat sesaat ini, akan cerah sekali.